Search
13 Januari 2025
Ini Tantangan Menuju diversifikasi PanganPangan adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi kecukupannya oleh pemerintah, tetapi program diversifikasi pangan pada beras, jagung, dan kedelai dinilai masih belum optimal. Sejak 2014, Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman telah menetapkan program prioritas dengan target diversifikasi padi, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging, gula. Hingga 2018, pemerintah mengklaim telah mewujudkan diversifikasi pangan untuk komoditas beras dan jagung, sedangkan kedelai masih mengandalkan impor. Hal itu disebabkan produksi kedelai yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Maman Suherman menyatakan, target diversifikasi padi dan jagung telah tercapai. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa target diversifikasi kedelai masih belum sesuai dengan target yang dicanangkan pemerintah. “Artinya, diversifikasi padi dan jagung sudah kita capai, tetapi untuk komoditas kedelai kami masih berupaya mencapai diversifikasi. Tercatat selama 5 tahun terakhir, produksi kedelai kita melonjak,” ujarnya. Data Kementan menunjukkan produksi kedelai pada 2018 mencapai 982.598 ton. Angka tersebut memang meningkat dibandingkan dengan realisasi produksi kedelai pada 2017 yaitu 538.728 ton. Meskipun demikian, kenaikan produksi masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi kedelai yang mencapai 2,83 juta ton pada 2018. Realisasi produksi yang jauh panggang dari api itu pun membuat pemerintah tak ada pilihan lain kecuali impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Ini Tantangan Menuju diversifikasi PanganIni Tantangan Menuju diversifikasi Pangan", Klik selengkapnya di sini: https://infografik.bisnis.com/read/20190129/547/883602/ini-tantangan-menuju-diversifikasi-pangan.
Penulis : Haffiyan & Fitri Sartina Dewi - Bisnis.comHaffiyan & Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com