Search

Diversifikasi Pangan

Indonesia Berhasil diversifikasi Beras


Indonesia Berhasil diversifikasi Beras

13 Januari 2025

Indonesia Berhasil diversifikasi Beras

Di tengah ancaman krisis dunia, Indonesia dapat penghargaan International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilan sistem ketahanan pangan Indonesia dalam hal diversifikasi beras.

Penghargaan IRRI

Penghargaan yang bertajuk “Acknowledgment for Achieving Agri-food System Resiliency and Rice Self-Sufficiency during 2019-2021 through the Application of Rice Innovation Technology” atau “Penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan diversifikasi Beras Tahun 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi”, diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Minggu (14/08/2022).

Penghargaan ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil diversifikasi beras pada periode 2019-2021 melalui penerapan inovasi teknologi pertanian. Tak hanya itu, stok beras nasional mencukupi bahkan melebihi pasokan.

Penghargaan ini tentu tidak luput atas kerja keras para petani Indonesia. Pasalnya, para petani berhasil mencapai 90% rasio diversifikasi Indonesia (rasio produksi dalam negeri dengan total permintaan)

Pemerintah Turut Dukung Para Petani

Selain kerja keras dari para petani di seluruh Indonesia, pemenuhan pangan yang cukup juga dibarengi insfrastruktur.

Presiden mengungkapkan, sejak tahun 2015 pemerintah telah giat membangun infrastruktur di bidang pertanian, seperti bendungan, embung, dan jaringan irigasi.

Peningkatan infrastruktur pertanian ini juga diiringi dengan pemanfaatan varietas-varietas unggul padi serta program intensifikasi dan ekstensifikasi memacu peningkatan produksi pertanian beras di tanah air sehingga Indonesia berhasil berdiversifikasi.

Pada tahun 2019 produksi beras di tanah air sebesar 31,3 juta ton, jumlah yang sama dengan produksi di tahun 2020 dan 2021. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), stok beras yang dimiliki Indonesia hingga akhir bulan April 2022, mencapai 10,2 juta ton.





230 Views