Search
14 November 2025
Zulkifli Hasan Minta Tak Ada Proyek Titipan di Lampung SelatanLiputan6.com, Jakarta- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan proyek pembangunan di Lampung Selatan harus transparan. Dia memastikan tak ada praktik titip-menitip proyek oleh orang-orang dekat.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas dalam dalam sambutannya di Seremonial Jetski dari Merak ke Bakauheni dalam rangka HUT ke-69 Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025).
“Ayo kita kerja sama bareng-bareng. Saya sudah minta Egi (Bupati Lampung Selatan), jangan main-main proyek. Awas, saya sudah kapok, jangan lagi main-main proyek,” kata Zulhas.
Dalam kesempatan itu, Zulhas menyoroti peran vital Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan. Dia meminta agar Sekda dapat selalu melaporkan langsung kepadanya bila terdapat permasalahan terkait proyek.
“Mana sekda? Sekda mana? Sekda saya perintahkan, kalau ada apa-apa lapor saya. Tidak boleh dan tidak ada yang nitip-nitip. Mau adik, keluarga, saudara, saya umumkan terbuka tidak ada yang boleh titip-titip proyek. Nggak ada yang titip-titip,” ujarnya.
Minta Sekda Lapor Jika Ada Titip Proyek
Zulhas menyampaikan, jika Sekda Lampung Selatan berani menjalankan tugasnya dengan tepat, dia akan mendukung dan mengapresiasi langkah Sekda tersebut.
“Kalau ada Pak Sekda, saya justru akan mengangkat kamu, kamu lapor saya. Kalau nggak ada yang berani negor Bupati, kalau saya berani negor Bupati,” kata Zulhas.
Menurutnya, dalam waktu dekat beragam proyek akan dibangun di Lampung Selatan. Misalnya, rencana pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Kalianda serta Sekolah Rakyat.
“Harusnya tahun ini, tetapi lahannya belum siap. Tahun depan kita akan bangun juga Sekolah Rakyat di sini yang dibangun khusus perintah Bapak Presiden Pak Prabowo,” jelasnya.
Bangun Gudang Bulog di Lamsel
Selain itu, lanjut Zulhas, pemerintah juga akan membangun gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Lampung Selatan. Pembangunan gudang Bulog dimaksudkan untuk memperkuat stabilitas harga gabah dan jagung sekaligus mempermudah serapan hasil panen petani.
“Insya Allah mulai awal tahun juga akan dibangun di sini, di Lampung Selatan gudang Bulog agar nanti Lampung Selatan gabah jagung tidak mengalami kesulitan soal harga,” ungkap Zulhas.
Tak hanya gudang Bulog, pemerintah juga akan menyiapkan pembangunan fasilitas pengering (dryer) untuk mendukung proses pascapanen. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani mengurangi kerugian akibat fluktuasi cuaca dan menjaga kualitas hasil panen.
Kemudian, dia mengungkapkan telah meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) membangun pabrik pakan senilai hampir Rp 1 triliun di Lampung Selatan. Pabrik ini akan mendukung program peternakan lokal serta mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang membutuhkan suplai pakan dalam jumlah besar.
“Sehingga kita tidak hanya tergantung kepada satu perusahaan, dua perusahaan yang kadang-kadang mengambil untungnya terlalu banyak. Jadi Insya Allah Lampung Selatan semakin hari akan semakin baik,” katanya.
Sumber berita: Liputan6.com
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan