Search
12 Januari 2026
Pemerintah Pastikan Pasokan Pangan di Wilayah Bencana Sumatra Aman dan TerkendaliJAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) merespons kabar lonjakan inflasi pangan di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok di daerah darurat tersebut tetap stabil dan tidak mengalami gangguan signifikan.
Pernyataan ini disampaikan Zulhas usai memimpin rapat koordinasi lintas kementerian di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026). Ia menyebutkan, berdasarkan tinjauan langsung ke lokasi terdampak parah seperti Kabupaten Aceh Tamiang, aktivitas ekonomi dan pasokan komoditas mulai kembali normal.
“Saya baru pulang dari Aceh 2 hari, pasokan aman di Aceh. Bahkan di Tamiang pasarnya juga sudah rame, jadi ya pangan sudah lengkap,” ujar Zulhas.
Pemerintah pusat saat ini terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran distribusi. Berbagai langkah antisipatif, mulai dari penguatan logistik, pemantauan stok secara real-time, hingga intervensi pasar, telah disiapkan guna meredam potensi lonjakan harga lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan adanya lonjakan inflasi pada Desember 2025 yang tidak biasa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, akibat bencana banjir dan tanah longsor. Aceh tercatat menyentuh angka inflasi tertinggi nasional sebesar 6,71% (yoy), sementara Kota Gunungsitoli mencatatkan angka ekstrem sebesar 10,84% (yoy).
Mendagri Tito menyoroti bahwa kenaikan ini dipicu oleh kendala transportasi logistik yang biasanya dialami wilayah Indonesia Timur, namun kini bergeser ke Sumatra akibat bencana. Sebagai solusi jangka pendek, Tito mengusulkan percepatan ketersediaan tiga komoditas kunci di wilayah terdampak.
“Salah satunya adalah meningkatkan ketersediaan telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng,” ungkap Tito.
Pemerintah optimistis melalui sinergi kementerian terkait, tekanan inflasi di wilayah terdampak bencana dapat segera melandai seiring dengan perbaikan jalur distribusi dan penambahan stok pangan di pasar-pasar lokal.
Sumber: investor.id
Sumber Foto: Humas KEMENKO Pangan