Search

Berita

Zulhas Ikhlas Dikritik soal Kinerja Jadi Menteri: Tidak Pernah Dendam, Walaupun Gajinya Dikit


Zulhas Ikhlas Dikritik soal Kinerja Jadi Menteri: Tidak Pernah Dendam, Walaupun Gajinya Dikit

07 Desember 2025

Zulhas Ikhlas Dikritik soal Kinerja Jadi Menteri: Tidak Pernah Dendam, Walaupun Gajinya Dikit

PIKIRAN RAKYAT - Mantan Menteri Kehutanan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Zulkifli Hasan, kembali menegaskan kesiapannya menanggung segala konsekuensi terkait persoalan lingkungan yang muncul selama masa kepemimpinannya pada 2009–2014.

Ia menilai, sikap tersebut tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pejabat negara, tetapi juga wujud keterbukaan kepada publik atas kebijakan yang pernah ia ambil.

Saat ini, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Ketua Umum PAN, Zulhas menuturkan bahwa setiap kebijakan yang ia tanda tangani semasa menjabat Menhut dilakukan dengan penuh pertimbangan. Ia menambahkan bahwa dirinya selalu bermunajat sebelum mengesahkan keputusan penting apa pun.

"Saya mengatakan semua yang saya kerjakan itu (ketika jadi Menhut RI) saya berdoa baru saya tanda tangan. Saya akan pertanggungjawabkan walaupun sudah pensiun. Dunia akhirat," ujarnya dalam Pembukaan Pelatihan Instruktur Nasional dan Lokakarya Pengkaderan PP Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Mataram, Sabtu 6 Desember 2025.

Di hadapan peserta, Zulhas juga menyampaikan kesiapannya untuk membuka ruang debat publik, terutama menyangkut kebijakan kehutanan yang kembali menjadi sorotan, termasuk isu banjir di wilayah Sumatera.

"Oleh karena itu Saudara Zulfikar (Wamen P2MI) saya akan debat terbuka, pertanggungjawabkan sebagai mantan menteri kehutanan terhadap banjir Sumatera dan apa yang sudah saya lakukan, kita akan debat terbuka," tuturnya.

Ia turut mengajak masyarakat, khususnya warganet, untuk tidak ragu menyampaikan kritik. Baginya, kritik adalah bagian penting dari kehidupan berdemokrasi.

"Netizen yang mau kritik, siapa saja boleh. Kita akan pertanggungjawabkan apa yang sudah kita lakukan. Saya pegang itu kita harus jadi orang baik seperti kata bapak saya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas mengutip Surah Ali Imran Ayat 134 sebagai prinsip yang selama ini ia pegang dalam menjalani tugas maupun kehidupan pribadi.

"Kita kalau berguna, dikatakan orang baik oleh qur'an. Berguna itu bermanfaat, berbuat baik sesama manusia kepada alam, dan kepada lingkungan dan kepada semuanya kita berbuat baik," tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa kebaikan harus dijalankan dalam keadaan apa pun, baik saat berada dalam situasi sulit maupun lapang. "Itulah orang baik kata qur'an walaupun kamu dalam keadaan susah dan senang," ucapnya.

Menanggapi maraknya kritik netizen terhadap dirinya belakangan ini, Zulhas menyebut hal itu bagian dari cobaan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

"Qur'an mengatakan jangan lama lama. Oleh karena itu begitu dibombardir itu pun yang masih stres istri saya. Saya cukup 1 kali 24 jam. Karena kata Qur'an jangan menikmati kesedihan. Jangan lama lama cukup 1 kali 24 jam saya sudah move on," jelasnya.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa sebagai pejabat di bawah Presiden Prabowo Subianto, dirinya berusaha menjaga kelapangan hati dan menjauhi sifat pendendam.

"Lapang tidak pernah dendam sakit hati. Jangan liat teman jadi wamen sakit hati. Tetangga dapat mobil baru sakit hati. Kita luas lapang. Walaupun gajinya dikit. Itu saya pegang," tegasnya.

Dengan pernyataan tersebut, Zulhas menegaskan kembali komitmennya untuk tetap terbuka, siap mempertanggungjawabkan keputusan masa lalu, dan melangkah ke depan dengan prinsip moral yang selama ini ia junjung.

Sumber berita: Pikiran Rakyat
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan



#menteri-koordinator-bidang-pangan #kementerian_koordinator_bidang_pangan

49 Views