Search
26 September 2025
Menko Zulhas Dukung Pembiayaan untuk Jaga Hutan TropisNew York, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan dukungannya terhadap langkah Brasil yang menggagas tropical forest financing facility (TFFF), sebuah mekanisme pendanaan konservasi hutan tropis dengan skema pembiayaan campuran.
“TFFF merupakan strategi efektif untuk menutup kesenjangan pendanaan konservasi lewat blended finance,” ujar Zulhas dalam World Economic Forum (WEF) di New York, AS, Kamis (25/9/2025) dikutip dari Antara.
Ia menegaskan, isu kehutanan juga berada dalam lingkup koordinasi Kemenko Pangan, yang memiliki mandat bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan.
Forum yang turut dihadiri Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva serta Sekretaris Jenderal PBB António Guterres itu, menurut Zulhas, menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menegaskan tanggung jawab moralnya dalam menjaga hutan tropis.
“Peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda depan dalam pelestarian hutan sangat penting. Dengan kolaborasi antarkementerian dan diplomasi yang terarah, Indonesia tidak hanya mengamankan kepentingan nasional, tetapi juga mengambil bagian aktif dalam membangun masa depan global yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut Zulhas menegaskan, Indonesia hadir di Sidang Umum PBB dan World Economic Forum (WEF) di New York, bukan sekadar sebagai peserta melainkan sebagai negara yang menawarkan solusi.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto melalui pidato kuat dan visioner telah menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi menghadapi tantangan dunia, mulai dari isu perdamaian, perubahan iklim, hingga krisis pangan.
“Prabowo tidak hanya memberikan janji, tetapi juga memaparkan capaian konkret swasembada pangan,” kata Zulhas.
Tahun ini, Indonesia mencatat rekor produksi beras dan cadangan gabah tertinggi sepanjang sejarah. Pencapaian tersebut, lanjutnya, membuktikan keberhasilan program kedaulatan pangan nasional dan membuka peluang bagi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
“Presiden menyebut Indonesia mulai mengekspor beras ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina. Hal ini membuktikan bahwa pangan bukan hanya komoditas dagang, tetapi juga instrumen diplomasi kemanusiaan,” tandas Zulhas.
Sumber berita: beritasatu.com
Sumber foto: Istana Negara