Search

Berita

Menko Pangan Zulkifli Hasan: Beras Satu Harga Berlaku Tahun Ini


Menko Pangan Zulkifli Hasan: Beras Satu Harga Berlaku Tahun Ini

12 Januari 2026

Menko Pangan Zulkifli Hasan: Beras Satu Harga Berlaku Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli HasaN mengungkap rencana satu harga untuk  komoditas beras di seluruh Indonesia. Rencananya, kebijakan beras satu harga ini akan diterapkan pada tahun ini.

Dia mengatakan, harga beras di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa akan sama rata. Meskipun, angka pastinya belum ditetapkan pemerintah.

"Pertama, kita ingin harga beras itu sama dengan yang lain, satu harga, seperti bensin. Apakah di Pulau Jawa, luar Jawa, harganya sama. Sehingga perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah, satu harga," kata Zulkifli usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).

Adapun, skemanya pemerintah akan menanggung biaya distribusi beras ke wilayah tujuan. Nantinya, harga beras tidak berdasarkan zona seperti saat ini. Utamanya beras satu harga berlaku untuk kualitas medium.

"Nah ini kita akan usahakan di tahun 2026 ini, beras satu harga dimanapun berada. Jangan sampai misalnya Indonesia Timur membayar lebih mahal," ucap dia.

Zulkifli menerangkan, untuk satu harga beras merium ini, Perum Bulog akan mendapat keuntungan yang ditetapkan. Mulanya, diusulkan Bulog dapat 10%, akhirnya diputuskan jadi 7%.

"Nah, dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP, ketemu angka 10% (yang) diminta, tapi disetujuinya 7% nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia," beber dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Bulog menargetkan penerapan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Langkah ini dengan harapan, Bulog bisa segera menyamaratakan harga beras medium SPHP di tingkat pengecer secara nasional.

“Dari Sabang sampai Merauke, Insyaallah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP, dari Sabang sampai Merauke harganya satu harga,” jelas Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, target tersebut adalah salah satu sasaran jangka pendek Bulog untuk menstabilkan harga beras dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Melalui target ini, Ahmad berharap Bulog bisa segera mengikuti jejak PT Pertamina (Persero) yang sejak 2016 berhasil menjalankan program BBM satu harga secara nasional.

“Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga, Bulog juga harga berasnya satu. Kami mohon doa restunya,” imbuhnya.

Ahmad menerangkan bahwa realisasi beras satu harga sangat bergantung pada keberhasilan Bulog dalam menyerap beras petani sebesar 4 juta ton di tahun ini.

Sebab, jika serapan tersebut maksimal, maka cadangan beras pemerintah dinilai mampu menjadi instrumen utama dalam mengintervensi dan mengendalikan harga beras.

“Dari target serapan 4 juta ton ini, harapannya nanti adalah ekspor (beras), dan yang kedua, potensi ke depan adalah harga beras bisa menjadi satu harga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ahmad optimistis target serapan tersebut dapat tercapai karena hasil panen beras Indonesia di tahun ini diramal stabil.

Sumber: Liputan6

Sumber Foto: Humas KEMENKO Pangan



#menteri-koordinator-bidang-pangan #swasembada-pangan #kementerian_koordinator_bidang_pangan

40 Views