Search
26 November 2025
Menko Pangan: Sekarang Bisnis Kelapa Lebih Cuan dari SawitTANGERANG SELATAN, investor.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa bisnis perkebunan kelapa saat ini memiliki daya jual dan keuntungan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan perkebunan sawit.
“Kebun kelapa lebih untung dari kebun sawit sekarang,” kata Zulhas saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/11/2025), seperti dikutip dari Antara.
Menurut Zulhas, harga kelapa telah melonjak signifikan. Ia mencontohkan harga kelapa saat ini ada yang mencapai Rp 12.000 per butir dari sebelumnya yang hanya Rp 2.000 per butir. Kenaikan harga drastis ini didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap komoditas kelapa. Sebagai contoh, di China, kelapa banyak dimanfaatkan untuk diolah menjadi santan sebagai salah satu bahan penyajian kopi.
“Jadi di China, kopi tidak pakai susu lagi, tapi pakai santan,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra di Provinsi Sumatera Barat periode IV November atau 22-30 November 2025 untuk usia tanaman 10-20 tahun dipatok seharga Rp 3.457,94 per kilogram.
Merespons tingginya permintaan ini, Menko Zulhas mengatakan pemerintah berencana menggiatkan pengembangan perkebunan kelapa rakyat secara besar-besaran di berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah juga akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengakselerasi pemanfaatan kebun kelapa.
“Kami akan mengembangkan besar-besaran perkebunan rakyat, agar desa-desa itu juga berkembang,” tuturnya.
Klaim potensi kelapa ini diperkuat oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang memamerkan keberhasilan program hilirisasi di sektor pertanian. Amran menyebut, harga kelapa produksi Maluku Utara misalnya, mengalami kenaikan hingga 500% setelah diolah oleh warga lokal.
“Harga kelapa sebelum kita hilirisasi harganya Rp 600 per biji. Sekarang itu harganya Rp 3.500 per biji, itu naik kurang lebih 500%,” kata Amran dalam sesi jumpa pers, belum lama ini.
Mentan menargetkan harga kelapa setelah hilirisasi dapat dikejar hingga minimal Rp 5.000 per biji, atau bahkan mencapai Rp 6.000 per biji, yang berarti kenaikan hingga 1.000%.
Amran juga menekankan pentingnya kelapa sebagai komoditas ekspor andalan. Saat ini, nilai ekspor kelapa Indonesia sudah mencapai Rp 24 triliun, menjadikan Indonesia sebagai eksportir kelapa terbesar nomor satu di dunia. Ia menambahkan, jika hilirisasi dilakukan secara maksimal sesuai diagram pohon industri, nilai tambah kelapa secara teori dapat mencapai Rp 2.400 triliun.
“Jika kita hilirisasi sesuai dengan diagram pohon industri, itu (nilai tambah kelapa) bisa 100 kali lipat. Artinya bisa Rp 2.400 triliun, secara teori,” beber Mentan Amran.
Sumber berita: investor.id
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan