Search

Berita

Menko Pangan Ajak Subulussalam Swasembada Karbohidrat dan Protein


Menko Pangan Ajak Subulussalam Swasembada Karbohidrat dan Protein

08 Januari 2026

Menko Pangan Ajak Subulussalam Swasembada Karbohidrat dan Protein

RRI.CO.ID, Subulussalam : Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengajak Pemerintah Kota Subulussalam untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan swasembada karbohidrat dan protein secara mandiri. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja strategis ke Kota Subulussalam bersama sejumlah menteri kabinet lainnya, Kamis (08/01/2026).


Kedatangan Zulkifli Hasan turut didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Budi Santoso. Kehadiran rombongan tingkat pusat ini disambut langsung oleh Wali Kota Subulussalam Rasyid Bancin, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan ulama dari Subulussalam maupun Aceh Singkil.


Dalam arahannya, Zulkifli menekankan bahwa Subulussalam memiliki modal dasar yang kuat untuk menjadi penyangga pangan nasional di wilayah barat Indonesia. Ia menilai ketersediaan lahan yang luas di daerah ini merupakan potensi besar yang harus dimaksimalkan melalui integrasi sektor pertanian dan perikanan darat.


Meskipun Subulussalam secara geografis tidak memiliki wilayah laut, Menko Pangan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan protein tetap bisa dilakukan secara masif. Ia mendorong pembangunan tambak ikan air tawar di setiap desa atau kampong sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal.


Zulkifli menjelaskan bahwa program tambak ikan air tawar tersebut selaras dengan agenda besar Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendorong kedaulatan protein. Dengan pengelolaan yang tepat, setiap desa diharapkan mampu mencukupi kebutuhan ikannya sendiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.


“Kota Subulussalam memiliki potensi luar biasa. Daerah ini punya lahan luas yang bisa dikembangkan untuk pertanian dan perikanan,” ujar Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan pejabat daerah setempat.


Selain protein, sektor karbohidrat juga menjadi poin krusial dalam kunjungannya. Zulkifli meminta pemerintah daerah untuk mulai memetakan kembali tata ruang lahan guna memastikan keseimbangan antara komoditas perkebunan sawit dan lahan persawahan untuk tanaman pangan seperti padi.


Ia berpendapat bahwa kemandirian beras harus dimulai dari tingkat kabupaten dan kota agar stabilitas pangan nasional tetap terjaga. Penataan drainase makro dan penyediaan bibit unggul menjadi kunci agar lahan-lahan di Subulussalam dapat berproduksi secara maksimal sepanjang tahun.


Sektor perdagangan juga tidak luput dari sorotan, di mana Menko Pangan mendorong penguatan sistem pasar lokal agar mampu menyerap seluruh hasil produksi petani. Hal ini dinilai penting untuk menjamin kepastian harga di tingkat produsen serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok ke tangan konsumen.


Di sela kunjungan, Zulkifli mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah besar Subulussalam saat berziarah ke makam ulama Syekh Hamzah Fansuri. Ia menyebut wilayah ini merupakan tanah para cendekiawan yang karya-karyanya diakui dunia Islam, sehingga nilai sejarah tersebut harus menjadi pemantik semangat pembangunan.


Menariknya, Zulkifli sempat berkelakar saat meninjau Sungai Lae Soraya yang memiliki kesamaan nama dengan istrinya. Hal ini menurutnya menjadi motivasi emosional tambahan untuk memperjuangkan pembangunan kanal pengendali banjir di wilayah tersebut agar masyarakat tidak lagi terdampak luapan sungai.


“Saya jadi terkejut, karena nama sungainya sama dengan nama istri saya, Soraya. Jadi makin kuat alasan saya memperjuangkan pembangunan kanal di Lae Soraya agar tidak terjadi banjir,” ungkapnya yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.



#swasembada-pangan #Cadangan_Pangan #Keamanan_Pangan

63 Views