Search

Berita

Memuji Hasil Panen Padi di Jawa Tengah, Ini Empat Pesan Zulhas


Memuji Hasil Panen Padi di Jawa Tengah, Ini Empat Pesan Zulhas

21 Maret 2025

Memuji Hasil Panen Padi di Jawa Tengah, Ini Empat Pesan Zulhas

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Hasil panen padi Se-Provinsi Jawa Tengah di periode pertama, dinilai terbaik di Indonesia. Penilaian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Kamis, 20 Maret 2025.

Pujian tersebut dilontarkan seusai menggelar Rakor Pemantauan Ketersediaan dan Harga Pangan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025 dan Kesiapan Panen Raya Padi, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang.

“Kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Jawa Tengah, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota dimana sampai hari ini, mudah-mudahan selanjutnya, ketesediaan harganya bagus, dan panen padinya paling bagus se-Indonesia itu Jawa Tengah,” kata Zulkifli Hasan.

Dalam Rakor, menteri yang karib disapa Bang Zulhas tersebut didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Ada juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rudy Heriyanto Adi Nugroho, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

“Menurut BPS panen raya kota sampai April 2025 mencapai 13,95 juta ton. Sementara total konsumsi beras pada Januari hingga April 2025 mencapai 10,36 juta ton. Jadi, kita ada kelebihan 3,5 juta ton,” ungkapnya.

Namun dalam rakor tersebut Zulhas mengingatkan stakeholder Jateng untuk menjaga empat hal yaitu tentang pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.

Dia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan panen raya yang benar. Disini ia mengajak kepala daerah, benar-benar memonitor agar gabah petani bisa terserap dengan baik. Dan harga paling murah Rp6.500 per kilogram.

“Perlu ada kerja sama dengan pemerintah daerah sampai ke desa-desa,” tuturnya.

Zulhas juga mengajak semua kepala daerah berkomitmen dan tidak terburu-buru ambil libur. “Para Bupati dan Walikota memang harus bekerja,” imbuhnya.

Di sini Zulhas mengajak bupati dan walikota untuk membantu mewujudkan program Koperasi Desa Merah Putih.

“Karena itu akan sangat membantu kemajuan ekonomi di desanya. Saya kira itu, terima kasih,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyambut baik kebijakan pemerintah pusat, terkait harga gabah Rp6.500 per kilogram.

“Masyarakat tentu akan bahagia dengan keputusan harga Rp6.500, gabah itu dibeli langsung oleh Bulog,” tuturnya. Namun Taj Yasin mengingatkan petani untuk mengimbanginya dengan menjaga kualitas padinya. 

''Kami dari Pemprov sudah berkomitmen dalam memberikan infrastruktur pertanian dengan baik,'' katanya. “Kami dari pemerintah berkomitmen memperhatikan tentang irigasi-irigasi, yang saat ini diperlukan oleh para petani,” imbuhnya.

Gus Yasin, sapaan akrab wagub, berterima kasih atas support pemerintah pusat terhadap perkembangan pertanian di Jawa Tengah dengan berbagai dukungan bantuan. “Dari tahun ke tahun pemerintah pusat juga support kita di pemerintahan Jawa Tengah, untuk membangun dan memperbaiki irigasi ke persawahan. Sehingga ini akan lebih meningkat lagi,'' katanya.

''Dan kami memohon juga dari para petani untuk tadi disampaikan oleh Pak Wamen Pertanian, bahwa ketersediaan pupuk insyaallah di Jawa Tengah akan dicukupi,” tandasnya.


Sumber: Suara Merdeka-wawasan



#menteri-koordinator-bidang-pangan #Peningkatan_Daya_Saing_Produk_Pertanian

215 Views