Search
27 November 2025
Kemenko Pangan soroti peran penting TTM dukung pertanian RIJakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia mengapresiasi dan menyoroti peran penting Misi Teknis Taiwan (Taiwan Technical Mission/TTM) dalam mendukung pengembangan sektor pertanian Indonesia.
"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kemitraan yang kuat melalui proyek Misi Teknis Taiwan," kata Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan Sugeng Harmono dalam Taiwan Technical Mission Achievements Showcase di Jakarta, Kamis.
Sugeng menyampaikan bahwa acara tersebut menjadi acara penting untuk merayakan kolaborasi antara Indonesia dan Taiwan dalam memajukan pembangunan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Sugeng menyatakan inisiatif tersebut telah dimulai pada awal 2023 sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Rencana Aksi yang ditandatangani pada September-Desember 2022 antara Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia dan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (Taipei Economic and Trade Office (TETO).
Proyek tersebut, kata Sugeng, telah memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan pertanian di kawasan lumbung pangan di Sumatera Utara, dengan memberikan hasil yang bermakna seperti alih pengetahuan dan teknologi pertanian modern.
Proyek tersebut juga telah membantu meningkatkan kompetensi petani dalam budidaya dan penanganan pasca panen, penguatan rantai pasok dan keterkaitan pasar bagi masyarakat petani bawang putih dan bawang merah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, TTM juga membuat demonstrasi pertanian cerdas dan pendekatan budidaya inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan di bidang pertanian.
Pencapaian tersebut menggambarkan bagaimana kerja sama internasional yang efektif dapat secara efektif memberdayakan petani, meningkatkan daya saing regional, dan juga memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah RI untuk memastikan keberlanjutan program tersebut, Sugeng mengatakan dirinya telah ditugaskan oleh Kemenko Pangan sebagai penanggung jawab proses penyelesaian proyek tersebut.
Kami siap memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan seluruh kementerian terkait, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran transisi dan keberlanjutan operasional program tersebut.
Indonesia percaya masih ada potensi besar lainnya untuk memperluas kolaborasi, termasuk pada pertanian berkelanjutan dan tahan iklim, pertanian digital dan teknologi pertanian, pengembangan produk hortikultura bernilai tambah dan pengolahan pasca panen.
Pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan kapasitas dan pelatihan kejuruan bagi petani dan pengembangan pada praktik pertanian.
Oleh karena, Kemenko Pangan RI menyambut kelanjutan dialog dan inisiatif di masa depan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan manfaat bersama bagi Indonesia dan wilayah kepulauan China tersebut.
Sumber berita dan foto: Antaranews