Search
11 September 2025
Kemenko Pangan: MBG Kurang Ikan, Perlu Manfaatkan Pangan AkuatikKOMPAS.com - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Pangan, Dandy Satria Iswara, menilai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih minim ikan.
Menurut pengamatannya, preferensi protein dalam program MBG masih didominasi ayam, daging, dan telur.
"Kalau kami lihat, mungkin banyak anak-anak yang masih SD, kalau melihat ikan dibandingkan ayam, lebih memilih ayam," ujarnya.
"Nah, ini tantangan tersendiri. Konsumennya, sebutnya matanya atau hidungnya atau lidahnya, lebih memilih ayam atau protein lainnya dibandingkan ikan," imbuhnya.
Padahal, ikan memberikan asupan asam lemak yang tinggi, serta vitamin dan mineral penting untuk pertumbuhan anak maupun pencegahan stunting.
"Dengan kata lain, ikan dan produk akuatik bukan hanya sumber pangan, tetapi juga makanan super. Potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan," kata Dandy.
Dalam acara Peluncuran Rencana Aksi Bersama Pengembangan Pangan Akuatik Indonesia, Rabu (10/9/2025), Dandy menekankan perlunya mendorong ikan untuk program MBG.
Eksplorasi Pangan Akuatik
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A Teguh Sambodo, menegaskan, transformasi pangan Indonesia perlu mendukung ekonomi biru.
Pemanfaatan pangan akuatik, seperti ikan dan keanekaragaman hayati laut lainnya, dinilai penting bukan hanya untuk ekonomi, tetapi juga kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan.
"Pangan akuatik adalah salah satu yang emisi gas rumah kacanya rendah serta kaya gizi untuk mendukung pertumbuhan," ujarnya.
Dari sisi ekonomi biru, pangan akuatik diarahkan sebagai sumber pertumbuhan berbasis pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan. Dari sisi kemandirian, pangan akuatik juga relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Untuk arah kebijakan ke depan, kata Leonardo, fokus perlu diberikan pada revitalisasi struktur pelaku usaha perikanan.
"Dalam konteks ini, pendekatan ekoregion memadukan daratan dan lautan, dan ini menjadikan relevansi bagaimana kita membangun pangan akuatik," katanya.
Ia menambahkan, pangan akuatik tidak hanya berbicara soal penangkapan ikan dan budidaya di tepi laut, tetapi juga budidaya ikan serta komoditas lain yang bisa dikembangkan di daratan.
Sumber berita: kompas.com
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan