Search
31 Oktober 2025
Di Pulau Tidung Menko Pangan Beberkan Strategi Mensejahteraan NelayanTanggal 28 Oktober 2025, adalah momentum penting Sejarah perjalanan bangsa. Hari Sumpah Pemuda. Hari yang sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri KKP menyambangi nelayan keramba Ikan Kerapuh Cantag yang dibina Baznas.
Program Senyum Teluk Jakarta yang dijalankan oleh BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat pesisir melalui budidaya ikan kerapu cantang.
Berdasarkan data dalam infografis, program ini melibatkan 5 kelompok nelayan di 2 pulau dengan total 50 penerima manfaat. Setiap kelompok menerima bantuan berupa 24.000 ekor benih ikan kerapu dan 28.000 kilogram pakan ikan untuk satu siklus budidaya selama 8 bulan.
Total anggaran per kelompok mencapai Rp662.000.000. Rinciannya terdiri dari biaya bibit ikan sebesar Rp408.000.000, ongkos kirim Rp16.000.000, pakan ikan Rp202.000.000, dan pendampingan teknis Rp36.000.000. Dengan dukungan tersebut, nelayan dibina untuk mengelola proses budidaya dari tahap pembenihan hingga panen secara mandiri.
Hasil panen per kelompok diperkirakan mencapai Rp100.000.000 hingga Rp150.000.000 setiap siklus. Dari nilai tersebut, nelayan memperoleh penghasilan rata-rata Rp2.500.000 sampai Rp3.000.000 per bulan.
Berdasarkan grafik Sustainable Growth Rate (SGR) yang ditampilkan, tingkat pertumbuhan produksi ikan kerapu cantang menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu. Hal ini menandakan keberhasilan penerapan sistem budidaya berkelanjutan di kawasan Teluk Jakarta.
Program ini juga melibatkan kerja sama berbagai pihak, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), PT Transjakarta, serta lembaga sosial dan komunitas pesisir. Dukungan lintas sektor ini memastikan keberlanjutan logistik, pelatihan, dan distribusi hasil panen.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, dengan nilai investasi sebesar Rp662 juta per kelompok, Senyum Teluk Jakarta bukan hanya meningkatkan pendapatan 50 nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan laut nasional.
Ia menegaskan, model seperti ini perlu diperluas ke wilayah pesisir lain. "Program ini menunjukkan bahwa ekonomi biru bisa berjalan seiring antara kesejahteraan dan kelestarian laut. Nelayan sejahtera, laut lestari, dan pangan negeri terjaga," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas beberkan tentang kesungguhan pemerintah mendorong Kampung Nelayan Merah Putih sebagai program penguatan produksi pangan laut. KNMP adalah ekosistem nelayan yang dibangun secara terintegrasi.
Mulai dari tempat pelelangan ikan, cold storage, desa mart yang menjual produk olahan turunan hasil tangkapan, SPBU hingga lapak-lapak UMK. Dengan pola ekosistem ini, pemerintah berupaya meningkatkan nilai tambah Masyarakat nelayan
Dengan dukungan anggaran sekitar Rp.23 miliar yang bersumber dari APBN untuk program KNMP, pemerintah berharap dapat menyerap tenaga kerja local serta menurunkan angka kemiskinan laten di pedesaan, khususnya di perkampungan nelayan
Sumber berita: Kompasiana
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan