Search
29 September 2026
Menko Pangan Percepat Operasional KDKMP, Bereskan Penempatan Manajer dan Kerja Sama Layanan BUMNJakarta, 29 September 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengoordinasikan penyelesaian penempatan manajer dan kerja sama layanan dengan BUMN agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dibangun segera beroperasi. Dua hal tersebut menjadi fokus rapat koordinasi terbatas tingkat menteri mengenai KDKMP.
Percepatan operasional KDKMP juga diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam kerangka tersebut, Zulkifli Hasan mengoordinasikan tindak lanjut lintas kementerian, BUMN, dan lembaga terkait agar kesiapan bangunan diikuti penempatan manajer serta tersedianya barang dan layanan bagi masyarakat.
Hingga saat ini, pembangunan fisik 26.569 unit KDKMP telah rampung 100 persen. Lima provinsi dengan jumlah unit selesai dibangun tertinggi ialah Jawa Timur 5.907 unit, Jawa Tengah 5.788 unit, Jawa Barat 2.299 unit, Sumatera Utara 1.427 unit, dan Aceh 1.317 unit.
Menurut Zulkifli Hasan, penyelesaian bangunan perlu segera diikuti kesiapan pengelola, pasokan barang, dan layanan. Karena itu, pemerintah membahas hambatan penempatan manajer sekaligus mempercepat kerja sama dengan pihak yang akan menyediakan layanan di KDKMP.
PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani 28.891 kontrak kerja manajer KDKMP. Para manajer dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Oktober 2026 dengan status pegawai berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Gaji manajer mengikuti ketentuan wilayah penempatan, dengan kisaran yang disampaikan dalam rapat Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan.
Menanggapi keluhan calon manajer yang ditempatkan jauh dari domisili, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa jumlah manajer yang direkrut saat ini lebih banyak daripada jumlah koperasi yang siap beroperasi. Pemerintah akan melakukan penyesuaian penempatan setelah proses penerimaan awal selesai dan koperasi yang lebih dekat telah siap.
“Manajernya memang sudah banyak, sementara koperasinya belum sebanyak itu. Jadi, yang sekarang ditempatkan jauh dari domisili nanti akan disesuaikan setelah koperasi-koperasi selesai dibangun,” ujar Zulkifli Hasan.
Berdasarkan data penempatan, 71,91 persen manajer ditempatkan dalam radius maksimal 50 kilometer dari domisili dan 88,28 persen tetap berada di provinsi asal. Kasus penempatan yang jauh akan menjadi perhatian dalam proses penyesuaian tersebut.
“Misalnya, ada yang tinggal di Depok tetapi ditempatkan di Gorontalo. Tentu itu jauh sekali. Setelah diterima, nanti akan disesuaikan dengan koperasi terdekat dari domisilinya,” jelasnya.
Di sisi layanan, Zulkifli Hasan mengoordinasikan tindak lanjut kerja sama KDKMP dengan BUMN, lembaga keuangan, dan kementerian terkait. Rencana kerja sama itu mencakup distribusi beras SPHP dan bantuan pangan bersama Bulog; LPG bersama Pertamina Patra Niaga; pupuk bersubsidi bersama Pupuk Indonesia; serta gula, beras premium, dan kebutuhan pokok bersama ID FOOD.
KDKMP juga disiapkan untuk menyediakan layanan perbankan melalui bank-bank Himbara, pembiayaan ultra mikro melalui PNM, layanan logistik bersama Pos Indonesia, serta obat bebas dan obat bebas terbatas melalui Kimia Farma. Kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui perjanjian dengan masing-masing pihak.
“Koperasi ini bukan supermarket, tetapi infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi, bantuan pangan, gas 3 kilogram, pupuk, layanan keuangan, pembayaran listrik, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” kata Zulkifli Hasan.
Melalui penyelesaian penempatan manajer dan kerja sama layanan, pemerintah mendorong KDKMP yang telah selesai dibangun untuk segera menjalankan fungsinya sebagai pusat kegiatan ekonomi dan layanan masyarakat di desa serta kelurahan. Sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Turut hadir dalam Rakortas Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri PANRB Rini Widyantini, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Dirut Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdani dan Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Dirut ID FOOD Ghimoyo, Dirut PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, dan Dirut Kimia Farma Handaka.
Unduh Lampiran : Lampiran