Search
19 Oktober 2026
Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik Jadi 120 pada 2028JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan peningkatan nilai tukar nelayan menjadi 120 pada 2028.
Dia mengatakan, program untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan masih dalam proses, sementara sektor pangan karbohidrat seperti beras dan jagung dinilai telah menunjukkan kemajuan dalam dua tahun pemerintahan.
“Kalau beras dan jagung, itu sudah berhasil. Nah, yang nelayan ini on progress, dalam proses,” kata Zulhas di Menara Kompas, Senin (19/10/2026).
“Tahun ini dimulai besar-besaran, tahun depan saya kira sudah mulai kelihatan hasilnya. Target kita pada 2028 bisa mencapai 120,” ujar dia.
Zulhas menyebut nilai tukar nelayan saat ini berada di angka 103.
Angka tersebut masih di bawah nilai tukar pada sektor tanaman pangan, seperti padi dan jagung, yang disebut mencapai 131. Sementara itu, nilai tukar peternak berada di angka 102. “Sekarang nilai tukarnya 103 untuk nelayan. Bayangkan, kalau padi dan jagung sudah 131, nelayan 103, peternak 102. Ini masih miskin,” tegasnya. Sebagai informasi, NTN Indonesia saat ini berada di level 103 atau menunjukkan kesejahteraan nelayan masih tertinggal dibandingkan kelompok usaha pangan lainnya. Pemerintah optimis lewat program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dapat memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat pesisir. Program ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi pesisir melalui penyediaan fasilitas pendukung, seperti balai lelang ikan, pabrik es, gudang penyimpanan berpendingin (cold storage), stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), bengkel perahu, dan koperasi.
Pemerintah juga mendorong penguatan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta menyiapkan kebijakan untuk menjaga harga ikan agar nelayan memperoleh nilai jual yang layak dan tidak terlalu bergantung pada tengkulak.
Sumber berita: Kompas.com
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan