Search
04 September 2026
Zulhas Bongkar Penyebab RI Masih Harus Impor KedelaiJAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan alias Zulhas, membongkar penyebab Indonesia masih harus impor kedelai hingga saat ini. Salah satu penyebab impor karena produksi kedelai di Indonesia sangat rendah akibat bibit yang kurang memadai. Sementara negara-negara maju sudah berhasil melakukan rekayasa genetik kedelai. "Kita boleh kalah setelah negara-negara maju mengembangkan apa namanya itu, rekayasa genetik," ungkap Zulhas dalam acara launching buku berjudul 'Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul' di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan, apabila Indonesia menanam kedelai dengan bibit dari dalam negeri, maka produksinya dalam satu hektar hanya mencapai satu ton.
Sedangkan negara maju lain yang menggunakan benih rekayasa genetik dalam satu hektar bisa menghasilkan 10 ton kedelai. "Jadi, kalau kita tanam kedelai kita itu, harga kita bisa tiga hingga empat kali lipat gitu. Ah itu yang enggak sanggup, enggak bisa beli tuh, enggak makan tempe kita kalau begitu," sambung Zulhas.
Oleh karena itu, pemerintah tengah berusaha membenahi satu per satu komoditas pangan yang masih sangat bergantung dengan impor. Zulhas bilang, Indonesia sudah berhasil swasembada beras dan jagung. Kemudian, komoditas yang akan diperjuangkan swasembada selanjutnya adalah gula, garam, dan ikan.
"Daging belakangan, enggak mudah juga daging. Tapi, kalau ikan kita bisa," jelas Zulhas. Oleh karena itu, pemerintah terus menggencarkan program swasembada pangan. Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto, delapan komoditas pangan di Indonesia diklaim sudah berhasil swasembada.
Delapan komoditas tersebut di antaranya, beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, hingga cabai rawit. Pemerintah terus berupaya membuat swasembada komoditas lainnya, seperti daging sapi atau kerbau hingga bawang putih. Untuk daging sapi sendiri, Prabowo menargetkan agar bisa swasembada dalam waktu lima tahun ke depan.
Sumber berita: kompas.com
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan