Search

Berita

Lewat Buku Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Soroti Pentingnya Gizi dan SDM Unggul


Lewat Buku Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Soroti Pentingnya Gizi dan SDM Unggul

06 September 2026

Lewat Buku Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Soroti Pentingnya Gizi dan SDM Unggul

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan secara resmi meluncurkan buku berjudul Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul.

Peluncuran karya literatur tersebut dilangsungkan dalam rangkaian gelaran IdeaFest 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Buku ini mengupas secara komprehensif perjalanan ketahanan pangan nasional melalui sembilan komoditas strategis, meliputi beras, jagung, kedelai, daging ruminansia, daging ayam, ikan, telur, susu, hingga gula.

Tak sekadar membahas produksi dan tingkat konsumsi, buku ini mengaitkan erat pemenuhan gizi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa urusan pangan merupakan fondasi utama dalam mematangkan identitas dan keberlanjutan bangsa.

Pemenuhan pangan yang optimal menjadi modal dasar dalam membangun kedaulatan negara sekaligus mencetak SDM yang sehat dan produktif.

"Pangan adalah soal hidup. Tapi lebih dari itu, pangan adalah soal siapa kita sebagai bangsa," kata Zulkifli Hasan, dikutip Minggu (6/9/2026).

Pria yang akrab disapa Zulhas ini turut menyoroti salah satu capaian penting sektor pertanian yang diulas dalam buku tersebut, yakni produksi beras nasional yang mencapai sekitar 34 juta ton pada 2025.

Jumlah ini melebihi angka kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 31 juta ton.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar pemangku kepentingan tidak cepat berpuas diri atas capaian surplus tersebut.

"Tapi capaian ini bukan garis finis. Ini adalah garis start untuk kerja yang lebih besar, membangun pangan Indonesia untuk peradaban masa depan," ujar Zulhas.

Lebih lanjut, Zulhas menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas dalam memperkuat ekosistem pangan dari hulu ke hilir.

Sementara itu, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan menjelaskan bahwa buku tersebut juga membedah peta sejarah serta keanekaragaman pangan lokal Nusantara seperti sagu, talas, sukun, jewawut, jagung, dan umbi-umbian yang telah lama menjadi pola makan masyarakat.

"Buku ini berbicara tentang identitas bangsa. Tentang bagaimana pangan membentuk kesehatan, kecerdasan, produktivitas, dan daya saing manusia Indonesia," tutur Dirgayuza.

Terdiri atas empat bab utama, buku ini memetakan langkah konkret Indonesia menuju kedaulatan pangan, tata kelola kebijakan, hingga ekosistem pangan nasional.

Sumber berita: Tribunnews
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan



#menteri-koordinator-bidang-pangan #diversifikasi-pangan #swasembada-pangan #kementerian_koordinator_bidang_pangan

6 Views