Search
19 Agustus 2026
Wamenko Hanif Tantang Kalsel Jadi Pelopor Gerakan Bersih dari SampahBeritasatu.com, Banjarmasin - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menantang Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk tidak hanya bicara soal kebersihan, tetapi mulai membangun gerakan nyata dalam menangani persoalan sampah.
Pesan itu disampaikan Hanif saat meluncurkan World Cleanup Day (WCD) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema Aksi Bebarasih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah, gerakan ini berlangsung mulai 18 Agustus hingga 20 Oktober 2026.
Hanif menilai persoalan sampah sudah menjadi masalah serius yang tidak bisa lagi dibebankan hanya kepada pemerintah. Karena itu, ia mendorong mahasiswa dan generasi muda mengambil peran sejak dari lingkungan terdekat.
Menurut Hanif, gerakan peduli sampah tidak harus dimulai dengan aksi besar. Hal sederhana seperti berjalan kaki sambil memungut sampah, berlari sembari membersihkan lingkungan, hingga bersepeda sambil mengumpulkan sampah bisa menjadi awal perubahan.
“Kalau tidak kita yang memulai lakukan, maka siapa lagi,” tegasnya.
Hanif berharap gerakan yang dimulai dari ULM tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin mahasiswa menjadi motor penggerak yang mampu menularkan kebiasaan menjaga kebersihan ke masyarakat luas.
Lebih jauh, Hanif memasang harapan agar Kalsel mampu melahirkan lebih banyak daerah bersih. Banjarmasin menjadi salah satu daerah yang ia soroti.
Hanif menyebut sejumlah daerah di Kalsel telah meraih predikat Adipura. Kondisi itu, menurutnya, harus menjadi pemicu bagi daerah lain untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
“Kalsel kami harap bisa menjadi bibit-bibit daerah tebersih. Terlebih lagi Banjarmasin, karena sudah ada empat daerah di Kalsel yang dapat Adipura, semoga Banjarmasin bisa juga,” ujarnya.
Peluncuran WCD di ULM sekaligus mendapat respons dari Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri. ULM berencana membentuk unit kegiatan mahasiswa khusus yang bergerak di bidang persampahan.
Langkah ini dinilai strategis karena ULM memiliki sekitar 34.000 mahasiswa. Jika sebagian besar mahasiswa terlibat, kampus berpotensi menjadi pusat gerakan pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
Ahmad menegaskan gerakan tersebut tidak boleh berhenti pada momentum World Cleanup Day. Ia ingin aksi peduli sampah menjadi kegiatan rutin dan dimulai dari lingkungan kampus.
Dengan peluncuran WCD ini, Hanif berharap gerakan bersih-bersih tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih untuk sementara, tetapi membangun budaya baru, sampah menjadi tanggung jawab bersama dan penanganannya dimulai dari setiap individu.
Sumber berita: beritasatu
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan