Search
12 November 2025
UPAYA DIPLOMASI BILATERAL PEMERINTAH INDONESIA DENGAN PEMERINTAH AMERIKA SERIKATJakarta, 12 November 2025 –
Pertemuan High Level dan Technical Level dengan U.S. FDA, CBP dan DoE
Sebagai transparansi dan akuntabilitas publik, Satgas Cs-137 perlu memberikan keterangan resmi terkait upaya diplomasi bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat.
Delegasi Satgas Cs-137 melakukan kunjungan ke Washington DC, Amerika Serikat pada 4 – 7 November 2025 untuk melakukan pertemuan dengan U.S FDA, CBP, dan DoE.
Delegasi dipimpin oleh Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan dan beranggotakan:
Syaiful Bakhri (Ketua Organisasi Riset Tenaga Nuklir, BRIN)
Sabbat Christian Jannes (Asdep Keamanan Mutu Pangan dan Gizi, Kemenko Pangan)
Didik Joko Pursito (Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, BPOM)
Mukhlisin (Direktur Pengaturan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, BAPETEN)
Fitry Fatima (BPOM)
M. Aji Purbayu (KKP)
Dalam pertemuan tersebut, Satgas Cs-137 juga didampingi oleh Atase Perdagangan, Ranitya Kusumadewi dan Atase Pertanian, Danang Budi Santoso.
Dalam pertemuan kami menjelaskan upaya Satgas dalam penanganan kontaminasi Cs-137 yang dilakukan melalui root cause analysis, corrective actions dan preventive measures.
Pertemuan diawali sesi high level officials bersama U.S. Food and Drug Administration (FDA), U.S. Customs and Border Protection (CBP) dan U.S. Department of Energy (DoE). Kemudian dilanjutkan sesi technical level yang melibatkan expert dalam bidang nuklir dan food safety untuk membahas penanganan yang telah dan sedang dilakukan Satgas menangani kontaminasi Cs-137.
Kami tidak dapat menyampaikan secara detil pembahasan yang dilakukan dengan U.S. FDA karena kami menghormati prinsip confidentiality yang telah disepakati bersama.
Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa kami telah menjelaskan secara gamblang dan transparan hasil investigasi dan kemajuan penanganan yang telah dilakukan Satgas Cs-137, serta menyampaikan secara resmi laporan sementara (interim report) kepada otoritas kompeten di AS.
Pertemuan berjalan dengan baik dan lebih jauh kami mendapatkan tawaran kerjasama teknis dari U.S. DoE. Satgas juga mendapatkan informasi baru terkait temuan dari U.S. CBP sehingga penanganan kontaminasi Cs-137 dapat dilakukan lebih komprehensif.
Pertemuan dengan American Nuclear Society dan Pelaku Usaha di AS
Untuk memaksimalkan kegiatan Satgas Cs-137, kami juga melakukan pertemuan terpisah dengan American Nuclear Society (ANS) dan Pelaku Usaha AS diantaranya: Walmart, National Fisheries Institute (NFI), American Spice Trade Association (ASTA) dan McCormick (importir rempah Indonesia).
ANS menyampaikan pentingnya transparansi dalam berbagi data dan informasi terkait proses dekontaminasi, hasil analisis kontaminasi serta mitigasi untuk memastikan langkah preventif, termasuk pemasangan detektor radiasi di fasilitas pengolahan skrap metal. Indonesia mendapatkan proposal kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas baik peralatan maupun pelatihan.
Walmart menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan pasar dan reputasi produk Indonesia, namun menegaskan bahwa aspek food safety tetap menjadi prioritas utama dalam kemitraan dagang.
NFI, ASTA dan McCormick mendukung langkah yang dilakukan Satgas Cs-137 agar produk udang dan rempah yang terkena import dapat kembali diekspor ke AS. Dicapai kesepakatan untuk saling bekerjasama dalam melakukan kampanye positif di kalangan konsumen AS.
Dalam memperkuat upaya diplomasi dan kampanye positif, Satgas Cs-137 mengajak importir dan asosiasi untuk rempah dan perikanan di AS agar terhubung dengan asosiasi serupa di Indonesia.
Temuan Kontaminasi Cs-137 pada produk Alas Kaki
Kami mendapatkan informasi lanjutan bahwa terdapat temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor ke AS. Setelah kami telusuri, terdapat 2 kontainer suspect Cs-137 yang dipulangkan kembali ke Indonesia.
Produk alas kaki tersebut berasal dari sebuah perusahaan industri alas kaki yang berlokasi di Cikande namun di luar kawasan industri dengan radius 5 km dari sumber kontaminasi Cs-137 yaitu PT. PMT.
Kontainer pertama sudah tiba sebulan yang lalu di Indonesia dan belum diproses oleh pihak produsen sehingga belum ada pemeriksaan.
Kontainer kedua sudah tiba pada 29 Oktober 2025 dengan notifikasi adanya kontaminasi Cs-137 dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh BAPETEN pada 30 Oktober 2025.
Hasil pemeriksaan pada kontainer kedua tidak ditemukan kontaminasi di permukaan sehingga aman untuk disimpan di pelabuhan. Namun perlu dilakukan uji lab pada produk alas kaki yang akan dilakukan oleh BRIN.
Terkait dengan informasi yang beredar mengenai daftar fasilitas industri yang terkontaminasi Cs-137, seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa semua fasilitas tersebut, termasuk Charoen Pokphand, telah dilakukan dekontaminasi dan dinyatakan clean and clear.
Kami sudah menyampaikan pemberitahuan kepada pemilik fasilitas industri tersebut untuk bisa kembali beraktivitas secara normal. Oleh karena itu semua produk yang mereka hasilkan dinyatakan aman.
Informasi lain yang belum terverifikasi dan berbeda dari keterangan Satgas Cs-137 adalah tidak benar dan Satgas menghimbau agar informasi tersebut tidak diteruskan.
Unduh Lampiran : Lampiran