Search
04 Agustus 2026
Menko Pangan: KNMP Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Pesisir, Nelayan Makassar Kini Naik KelasMakassar, 4 Agustus 2026 – Pemerintah terus mempercepat transformasi ekonomi kawasan pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan KNMP tidak hanya membangun fasilitas bagi nelayan, tetapi menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program KNMP merupakan bagian dari prioritas nasional dalam delapan klaster program Presiden yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemerataan ekonomi di wilayah pesisir.
"Pemerintah ingin nelayan tidak lagi hanya menjual hasil tangkapan, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar. KNMP menjadi pusat produksi, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi hasil perikanan, sehingga nilai tambahnya dinikmati masyarakat pesisir," ujar Zulkifli Hasan.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029. Sebagai tahap awal, 1.369 kawasan ditargetkan terbangun hingga 2026. Saat ini, pembangunan tahap pertama telah rampung 100 persen di 65 lokasi pada 25 provinsi, sementara tahap kedua tengah berlangsung di 35 lokasi dan ditargetkan selesai secara bertahap pada Agustus 2026.
Di Sulawesi Selatan, enam kawasan KNMP telah dibangun di Kabupaten Takalar, Bone, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, dan Kota Makassar.
Salah satu yang siap beroperasi adalah KNMP Untia, Kota Makassar, yang dikembangkan sebagai kawasan ekonomi nelayan terpadu. Kawasan ini didukung 193 nelayan aktif dengan 101 armada kapal dan menghasilkan sekitar 450 ton ikan per tahun, didominasi komoditas ikan kembung, layang, tembang, serta kepiting.
KNMP Untia dilengkapi fasilitas dermaga, bengkel dan docking kapal, kios perbekalan, pabrik es, cold storage, hingga sentra kuliner. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk memangkas biaya operasional nelayan, menjaga mutu hasil tangkapan, serta memperluas akses pasar.
Manfaatnya telah dirasakan langsung masyarakat. Kehadiran pabrik es membuat nelayan tidak lagi kesulitan memperoleh es sebelum melaut sehingga kualitas ikan tetap terjaga dan harga jual meningkat. Cold storage juga memungkinkan hasil tangkapan disimpan lebih lama dan dipasarkan ke berbagai daerah menggunakan kendaraan berpendingin.
Menurut Zulkifli Hasan, kapasitas penyimpanan dan distribusi tersebut juga membuka peluang agar hasil perikanan masyarakat dapat terserap oleh berbagai kebutuhan nasional, termasuk mendukung pasokan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau rantai pasoknya kuat, nelayan untung, masyarakat mendapat ikan yang berkualitas, dan kebutuhan pangan nasional juga terpenuhi. Inilah yang ingin dibangun pemerintah melalui Kampung Nelayan Merah Putih," tegasnya.
Pemerintah berharap KNMP Untia menjadi contoh bagaimana pembangunan kawasan pesisir tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan nelayan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor kelautan dan perikanan.
Unduh Lampiran : Lampiran