Search
01 September 2026
Lebih dari 3 Juta Peternak Kambing, Kemenko Pangan Dorong Hilirisasi Susu KambingBanyumas,
1 September 2026 – Sektor peternakan kambing memiliki potensi besar untuk
memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak
rakyat.
Data
BPS dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah rumah tangga
peternak kambing mencapai lebih dari 3 juta, yang tersebar antara lain di Jawa
Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Aceh.
Produksi
daging kambing nasional diperkirakan mencapai lebih dari 160 ribu ton per
tahun, sementara produksi susu kambing masih sekitar 20–25 ribu ton per tahun,
atau kurang dari 1% produksi susu nasional. Meski produksinya masih kecil,
permintaan susu kambing terus berkembang, baik di wilayah sentra produksi
maupun segmen konsumen urban.
Dalam
kunjungan kerja dan dialog dengan peternak kambing perah di Peternakan Meta
Nusa Dharma, Banyumas, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
didampingi Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian
Koordinator Bidang Pangan Widiastuti menegaskan pentingnya pengembangan
komoditas kambing dari hulu hingga hilir.
“Kambing
bukan hanya sumber protein hewani, tetapi juga peluang ekonomi bagi peternak
rakyat. Hilirisasi dan akses pasar daging dan susu kambing perlu didorong.
Sosialisasi manfaat susu kambing serta edukasi untuk menghapus mitos bau susu
kambing segera dilakukan bersama,” ujar Zulkifli Hasan.
Pengolahan
modern dapat menghasilkan susu kambing dengan aroma yang lebih diterima
konsumen serta berbagai varian rasa seperti cokelat dan stroberi. Salah satunya
dikembangkan Meta Nusa Dharma melalui produk “Mendha Milk”, yang dipasarkan
secara langsung maupun melalui e-commerce dengan layanan pengiriman ke berbagai
wilayah Indonesia. Susu kambing juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai
tambah seperti keju, susu bubuk, yoghurt, dan berbagai olahan susu lainnya.
Susu
kambing memiliki karakteristik komposisi yang berbeda dari susu sapi, antara
lain ukuran globula lemak yang relatif lebih kecil serta komposisi laktosa dan
protein yang berbeda.
Karakteristik
tersebut membuat susu kambing menjadi salah satu alternatif produk susu bagi
konsumen, meskipun respons dan kesesuaian konsumsi dapat berbeda pada setiap
individu.
Tantangan pengembangan industri susu kambing antara lain skala produksi yang masih rendah sehingga harga relatif lebih tinggi. Namun, dengan populasi kambing nasional lebih dari 20 juta ekor, peluang pengembangan masih terbuka luas melalui peningkatan produktivitas, kualitas pakan dan bibit, kesehatan hewan, teknologi pengolahan, standardisasi, branding, edukasi konsumen, serta perluasan akses pasar.
Kemenko
Pangan mendorong penguatan ekosistem usaha kambing dari hulu hingga hilir agar
produk peternakan rakyat semakin berdaya saing dan memberikan nilai tambah bagi
ekonomi lokal.
Unduh Lampiran : Lampiran