Search

Siaran Pers

KEMENKO PANGAN ANGKAT POTENSI SUSU KAMBING DI TRADE EXPO INDONESIA


KEMENKO PANGAN ANGKAT POTENSI SUSU KAMBING DI TRADE EXPO INDONESIA

17 Oktober 2026

KEMENKO PANGAN ANGKAT POTENSI SUSU KAMBING DI TRADE EXPO INDONESIA

Tangerang, 17 Oktober 2026 – Anjungan (booth) Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mencuri perhatian di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Melalui talkshow interaktif dan edukasi publik, Kemenko Pangan mengenalkan kembali potensi besar susu kambing sebagai diversifikasi pangan bergizi dan komoditas peternakan bernilai tambah tinggi.

Kegiatan yang difasilitasi Analis Kebijakan Ahli Madya Fatma Puspitasari ini dikemas hangat dan komunikatif. Pengunjung diajak berdiskusi ringan, tanya jawab, hingga mencicipi langsung susu kambing berbagai rasa.

Mengusung tema "Susu Kambing dari Pesantren ke Gaya Hidup Modern" berupaya mengubah citra susu kambing. Jika dulu konsumsi susu kambing masih terbatas, kini susu kambing tampil sebagai alternatif pangan sehat, modern, dan bisa dinikmati semua kalangan.

Antusiasme terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, buyer, hingga masyarakat umum yang menggali informasi tentang kandungan gizi, keunggulan daya cerna, hingga peluang bisnis susu kambing. 

Potensi pasar internasional pun terbuka. Pada kesempatan tersebut, misi dagang Nigeria yang berkunjung ke anjungan Kemenko Pangan menunjukkan ketertarikan khusus pada produk susu kambing Indonesia yang dinilai mudah dicerna dan bernilai gizi tinggi. Diketahui bahwa kambing memiliki peran penting di banyak negara Afrika, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun ketahanan pangan. Bagi Indonesia, negara-negara Afrika dapat menjadi mitra potensial dalam perdagangan kambing dan domba karena tingginya konsumsi daging ruminansia kecil, terutama di kawasan Afrika Utara dan Afrika Timur, serta adanya permintaan musiman pada hari-hari besar keagamaan. Potensi pemasaran inovasi susu kambing Indonesia untuk negara-negara Afrika menjadi sinyal kuat bagi peternak kambing perah dan pelaku usaha untuk menembus pasar global.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya diversifikasi protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan kualitas hidup. Susu kambing punya potensi besar untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus menggerakkan ekonomi peternak rakyat," ujar Fatma.

Tidak hanya soal gizi, sesi ini juga mengulas perkembangan peternakan kambing perah rakyat, inovasi produk olahan, hingga penguatan akses pasar melalui peningkatan kualitas induk kambing perah yang produktif.

Di anjungan Kemenko Pangan, pengunjung dapat mencicipi langsung tiga racikan unggulan: susu kambing herbal dari Etawalin, susu kambing dengan krim dari Capriva, dengan keunggulan bebas dari campuran maltodextrin, bebas bahan pengawet, serta memiliki rasa manis alami tanpa gula tambahan. Dalam kegiatan ini juga tersaji susu kambing segar Mendha Milk asal Banyumas. Pengunjung juga berdialog langsung dengan peternak dan pelaku usaha untuk mendapatkan informasi valid soal proses produksi, jaminan mutu, hingga prospek bisnis.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa promosi pangan melalui pameran bukan sekadar display produk, melainkan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, peternak, produsen, dan konsumen.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Karsan menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, Kemenko Pangan mendorong peningkatan daya saing produk peternakan melalui peningkatan produksi, perluasan pemasaran dan kualitas. “Kemenko pangan akan mengawal usaha-usaha yang dilakukan oleh para pelaku peternak kambing domba untuk berinovasi dalam memproduksi dan mengolah produk domba, kambing sehingga pada akhirnya masyarakat menjadi sangat mengenal dan terbiasa mengkonsumsinya.”

Partisipasi Kemenko Pangan di Trade Expo Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas promosi komoditas pangan strategis nasional dan mengenalkan inovasi pangan kepada masyarakat luas dan calon mitra usaha global. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, diharapkan minat masyarakat terhadap produk peternakan dalam negeri, khususnya susu kambing, semakin meningkat untuk mewujudkan ekosistem pangan yang lebih beragam, bergizi, dan berkelanjutan.


Unduh Lampiran : Lampiran



#kementerian_koordinator_bidang_pangan

9 Views