Search

Berita

Zulhas Targetkan Swasembada Protein 2026, Bangun Kampung Nelayan


Zulhas Targetkan Swasembada Protein 2026, Bangun Kampung Nelayan

12 Maret 2026

Zulhas Targetkan Swasembada Protein 2026, Bangun Kampung Nelayan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menyiapkan pembangunan kampung nelayan sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan protein nasional. Program ini digadang menjadi salah satu langkah menuju target swasembada protein pada 2026. Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (8/3/2026). Ia mengatakan pembangunan kampung nelayan akan dilakukan di sejumlah wilayah Madura. “Kami akan membangun kampung nelayan di Madura, semuanya dapat,” kata Zulkifli Hasan.

“Tahun ini kita akan kerja keras agar kebutuhan ikan cukup,” ujarnya.

Kampung nelayan untuk jaga harga ikan Zulhas menjelaskan, kampung nelayan akan dibangun di Kabupaten Pamekasan, Sumenep, Sampang, serta Bangkalan. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.000 kampung nelayan.

Dalam kawasan tersebut, pemerintah berencana membangun fasilitas pendukung seperti pabrik es dan cold storage. Fasilitas ini diharapkan mampu memperpanjang masa simpan ikan tangkapan nelayan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan, ikan hasil tangkapan nelayan dapat disimpan lebih lama. Pemerintah bahkan menargetkan ikan bisa bertahan hingga enam bulan tanpa mengalami kerusakan. Menurut Zulhas, kondisi itu diharapkan mampu memperbaiki posisi tawar nelayan di pasar.

“Ikan nelayan tidak akan terjual murah. Ikan bisa disimpan sambil menunggu harga stabil,” katanya. “Kita targetkan nanti stok ikan berlebih. Nelayan punya nilai tawar tinggi nantinya,” ujar dia.

Pasokan ikan untuk program makan bergizi Selain menjaga stabilitas harga, keberadaan kampung nelayan juga diharapkan membantu menjaga ketersediaan pasokan ikan nasional. Zulhas mengatakan, kelebihan stok ikan nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah. “Tahun ini Insyaallah kita akan berlebih ikan setelah kampung nelayan beroperasi,” ucapnya. Ia menambahkan, pemerintah menempatkan swasembada protein sebagai salah satu prioritas setelah target swasembada pangan.

“Kalau beras melimpah, ikan melimpah, berarti kita makan tidak bergantung pada impor lagi. Indonesia akan lebih mandiri,” kata Zulhas. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah komoditas pangan yang tetap harus dipenuhi melalui impor. Salah satunya gandum yang hingga kini belum dapat diproduksi di dalam negeri.


Sumber Foto : Kompas

Sumber Berita : Kompas




#menteri-koordinator-bidang-pangan #swasembada-pangan #pemerintah #perikanan

276 Views