Search
03 November 2025
Menko Pangan Pastikan MBG 2026 Serap Produk Petani dan Peternak LokalSleman, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan program makan bergizi gratis (MBG) akan menjadi peluang besar bagi petani dan peternak di seluruh Indonesia. Meski pelaksanaannya tahun ini diakui masih belum maksimal, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjanjikan pada tahun 2026 nanti seluruh produk pertanian dan peternakan akan terserap pasar untuk mendukung program nasional tersebut.
Zulkifli Hasan mengajak para petani dan peternak untuk terus bersemangat mempersiapkan produksinya. Sebab, permintaan bahan pangan akan melonjak seiring dengan perluasan program MBG tahun depan.
“Pada tahun 2026 yang tinggal beberapa bulan lagi, program makan bergizi gratis akan menyentuh jumlah penerima yang sangat besar, yakni 82,9 juta penerima manfaat,” ujar Zulkifli Hasan di Yogyakarta, Minggu (3/11/2025).
Program MBG yang dirancang untuk memperbaiki gizi masyarakat akan membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar setiap harinya.
Menurut Zulkifli, pada saat program ini berjalan penuh, dibutuhkan sekitar 82,9 juta butir telur setiap hari, jumlah yang sama untuk permintaan daging ayam, sayur-mayur, buah-buahan, serta ikan segar.
“Tahun depan kita butuh telur 1 hari 82,9 juta butir, begitu juga dengan ayam, ikan, sayur, dan buah. Jadi, para petani hortikultura, peternak ayam petelur, dan yang punya tambak akan laris,” kata Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan, peningkatan permintaan tersebut sudah mulai terlihat dari kenaikan harga telur ayam hingga 12?n daging ayam sebesar 13% di pasar. Kondisi ini menandakan bahwa rantai pasok pangan nasional mulai bergerak positif menjelang implementasi penuh program MBG 2026.
Selain produk peternakan, Zulkifli juga menegaskan bahwa komoditas pertanian, seperti padi, jagung, dan singkong tidak akan terabaikan. Pemerintah akan memastikan hasil panen petani tetap terserap oleh pasar melalui kebijakan pembelian langsung.
“Petani padi, jagung, dan singkong tidak perlu berkecil hati. Pemerintah akan membeli hasil panen mereka,” ujarnya.
Untuk mendukung kebijakan itu, Bulog dan Koperasi Desa Merah Putih telah mulai mempersiapkan pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian guna menampung stok beras, jagung, dan singkong dari petani. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan program MBG 2026.
Sumber berita: beritasatu.com
Sumber foto: Humas Kemenko Pangan