Search
17 Juli 2025
Kebut Revisi Aturan Sampah jadi Listrik, Menko Zulkifli Hasan Minta Pemda BersiapLiputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah mengebut revisi aturan mengenai pengelolaan sampah menjadi listrik. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta pemerintah daerah bersiap lebih awal.
Aturan pemanfaatan sampah jadi listrik itu merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Zulkifli bilang, revisi Perpres ini sudah masuk tahap finalisasi.
"Kita rapat mengenai revisi Perpres 35 yang sudah dalam tahap finalisasi. Intinya isi Perpres itu akan menyederhanakan proses termasuk soal perizinan, juga sistem pengelolaan dan pembiayaan," kata Menko Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Dia mengatakan, revisi perpres ini ditargetkan bisa rampung dalam dua pekan kedepan. Seiring dengan itu, dia turut meminta pemerintah daerah mempersiapkan diri.
Tugas Pemda
Tugas pemda disini, untuk menyiapkan lahan dan sampah yang akan diolah menjadi listrik. Pemda juga bisa langsung menjalin koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengembangannya.
"Jadi sebelum dua minggu pun kita kerja cepat, daftar dulu, konsultasi, runding, apa saja. Dalam perpres itu, tugas pemerintah daerah itu lahan, satu. Dua, sampahnya. Kalau infrastruktur, ya ada Kementerian PU, kalau transmisi, ya ada PLN, ya," tandasnya.
Libatkan Danantara
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan tengah mengebut regulasi untuk membangun sistem pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Menurutnya, konsep ini bisa dimanfaatkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Pada tahap awal ini regulasi untuk membangun ekosistem itu akan dipermudah. Kemudian Danantara nantinya bisa masuk dalam konteks menyeleksi teknologi yang akan digunakan, termasuk potensi investornya.
"Nanti yang menyeleksi teknologinya kita minta kepada Danantara, dan ini sebetulnya bisnis yang banyak yang peminatnya, karena layak dan untung," ungkap Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Dia mengatakan, bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ini cukup menjanjikan dan telah dilirik sejumlah negara. Diantaranya, Jepang, China, hingga Korea Selatan.
Jadi Bisnis Danantara
Dengan menjanjikannya prospek bisnis tersebut, Menko Zulkifli membuka peluang bagi Danantara ikut terlibat. Baik menggandeng investor untuk pembangunan PLTSa maupun melakukan kurasi teknologi yang dibawa dari negara lain.
"Jadi nanti yang milih teknologi, Danantara bisa juga bisnis disitu karena sangat menguntungkan, atau partner atau apa, paling kurang menyeleksi teknologinya," jelasnya.
Pemenrintah saat ini tengah dalam tahap melakukan revisi terhadap aturan yang berkaitan dengan pembangunan insenerator di titik-titik penampungan sampah. Targetnya sebagian aturan bisa rampung akhir bulan ini.
Banyak Negara Tertarik Sementara itu, Chief Investmen Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menjelaskan banyak negara yang sudah tertarik untuk menanamkan investasi di sektor ini.
"Udah, jadi kalau misalnya itu saya tahu banyak yang tertarik, karena masalah sampah ini masalah lokal, tapi teknologinya kan global," kata dia.
"Jadi udah banyak, ada beberapa saya lihat tadi dari Singapura, udah ada, dari Jepang, udah ada, dari Korea, ada, dari Cina banyak, habis itu juga dari Eropa," imbuhnya.
Sumber berita dan foto: Liputan6.com