Search

Siaran Pers

Perkuat Infrastruktur Karbon Nasional, Pemerintah Indonesia dan CDSC Resmi Tandatangani MoU Strategis


Perkuat Infrastruktur Karbon Nasional, Pemerintah Indonesia dan CDSC Resmi  Tandatangani MoU Strategis

13 Maret 2026

Perkuat Infrastruktur Karbon Nasional, Pemerintah Indonesia dan CDSC Resmi Tandatangani MoU Strategis

Jakarta, 13 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia dan Sekretariat Climate Data Steering Committee (CDSC) mengumumkan kolaborasi strategis yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menguji coba Common Carbon Credit Data Model. Kerangka kerja yang didukung G20 ini dirancang untuk memperkuat standardisasi dan transparansi pasar karbon global.

Di bawah Perpres 110/2025, Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, akan mengintegrasikan model data ini ke dalam pembangunan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Langkah ini bertujuan menyelaraskan pasar karbon domestik dengan praktik terbaik internasional guna meningkatkan kepercayaan investor dan interoperabilitas data lintas batas.

“Indonesia berkomitmen membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang mendukung target iklim nasional,” ujar Ibu Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan. “Dengan menguji coba model data global ini, kita memastikan kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim, melindungi sumber daya alam, sekaligus membuka peluang pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat.”

Mary Schapiro, Ketua CDSC, menambahkan bahwa langkah Indonesia merupakan tonggak penting dalam menyediakan data iklim berkualitas tinggi sebagai barang publik global. Implementasi nyata ini akan menunjukkan bagaimana standar global dapat diterapkan secara efektif dalam konteks nasional.

Common Carbon Credit Data Model mengatasi tantangan utama pasar karbon yaitu kurangnya standarisasi data dengan menyediakan "bahasa yang sama" bagi sistem data di seluruh dunia. Hal ini mencegah penghitungan ganda (double counting) dan memudahkan proses uji tuntas bagi para pelaku pasar.

Uji coba ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pada COP30 di Sao Paulo, Brazil, untuk memperkuat integritas pasar karbon global. Saat ini, lebih dari 35 yurisdiksi dan pelaku sektor swasta telah menyatakan minat untuk mengikuti langkah serupa.

Melalui kemitraan ini, Indonesia optimis mampu menghadirkan pasar karbon yang efisien, transparan, dan menjadi pilar utama dalam pencapaian target emisi nasional.

Tentang Climate Data Steering Committee (CDSC)

Didirikan tahun 2022 oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Utusan Khusus PBB Michael R. Bloomberg, CDSC bertujuan meningkatkan akses terhadap data iklim terstandarisasi bagi para pemangku kepentingan global. Info: climatedatasc.org


Unduh Lampiran : Lampiran



#menteri-koordinator-bidang-pangan #kementerian_koordinator_bidang_pangan

235 Views